SEDEKAH MEMPERLANCAR PENDADARAN
pengirim : Anonymous
 
     
 

Waktu itu saya bingung dan gugup apa yang harus lakukan, bayangkan saja pendadaran sebentar lagi tapi rasa nerveus masih saya alami. saya ga tau harus berbuat apa lagi belajarpun ga masuk masuk tanya temen yang sudah pendadaran malah ditakut-takutin. mungkin ini sudah jalan Allah saat itu saya iseng-iseng nonton TV acaranya ceramah Ustad Yusup Mansur di TPI tentang keutamaan sodaqoh, bagamana sodaqoh mempunyai kekuatan yang luar biasa manfaatnya. Mulai saat itu beberapa hari sebelum pendadaran tiba saya niatkan untuk bersodaqoh. tiap hari saya bersodaqoh meskipun sedikit (maklum belum kerja he he ) tapi rutin. alhamdulilah sedikit demi sedikit rasa gugup saya hilang dan Subahanalloh waktu pendadaran tiba,didalam ruangan semua pertanyaan saya libas habis dan lancar lancar saja dan tahu apa hasilnya saya dapat nilai A. Alhamdulilah Ya Alloh Atas pertolongan-Mu dan ini akan saya lakukan saya ingin ditolong oleh Allah melalui keajaiban sedeqah untuk dapat kerja yang saya inginkan.......Amin

 
     
  DASYATNYA TAHAJUD
pengirim : Abialif
 
     
 

Alhamdulillah...hari ini saya kembali merasakan kedahsyatan dari sholat Tahajud...

Bismillah...mudah2an Alloh melindungi hati ini dari penyakit hati dari testimoni yang saya tulis ini, sehingga tidak menghilangkan pahala dan keberkahan amalan ini...aamiiin. Benar apa yang pernah dikatakan atau di tulis oleh Ust. Yusuf Mansur, mati-matian kita cari tuh rizki kalo kita nya ga deket sama yg ngasih nya, kita ga dateng dulu sama Alloh, bisa dipastikan 99% ga akan dapet. itulah yang beberapa bulan terakhir ini saya rasakan.

Ceritanya begini, bulan Juni ini, habis masa kontrakan rumah saya, karena saya masih tinggal dirumah kontrakan. Dan ada rencana tahun ini akan pindah ke kontrakan lain yang lebih baik,dan Alhamdulillah Akhir Maret itu kami sudah dapat kontrakan baru seharga 6 juta, akan tetapi karena kontrakan tsb masih ada yang harus di renovasi, si pemiliknya meminta kami supaya bisa membayar kalau bisa setengahnya dulu sekalian untuk uang panjer tanda jadi, sehingga ada waktu untuk merenovasi sebelum kami tempati rumah tsb.
Nah, dari sini lah awal saya benar2 merasakan betapa dahsyatnya pengaruh tahajud itu.

Saya coba kesana kesini mencari pinjaman, untuk nalangin dulu bayar uang panjer ini. Sekitar akhir maret sampai awal Mei, saya coba hubungi teman2 saya yang saya anggap bisa memberikan solusi. dan ternyata ... nihil, bahkan saya telah menganggap bahwa saya kehilangan beberapa sahabat. Kami sudah bingung, kemana lagi kami harus mencari, bahkan ke ortu pun saat itu belum bisa membantu.

Dari kejadian itu, saya mulai merenung dan bertukar pikiran sama istri saya. Dan istri mengatakan, coba abi pikir, udah beberapa bulan terakhir ini, abi ninggalin tahajud. Deg.... Benar juga, memang beberapa bulan terakhir saya terlalu sibuk ngejar deadline pekerjaan yang harus saya selesaikan, sampai2 pengerjaannya pun sampai larut malam hampir tiap hari, sehingga saya kelelahan jika harus bangun malam untuk tahajud. padahal kalo saya niat mah, tahajudnya bisa dikerjakan setelah mengerjakan pekerjaan itu, tetapi saya saat itu terlalu malas dan ngantuk.

Akhirnya, dari kesadaran itu, saya dan istri mulai kembali bertekad menghidupkan malam kami dengan tahajud, pikir kami masih ada kempatan +- sebulan untuk minta pertolongan Alloh dengan tahajud ini. Dan baru beberapa hari, salah satu sahabat saya, yang tadinya saya ragu untuk pinjam ke dia, eeh...dia dengan sungguh2 mau membantu saya mengusahakan pinjaman itu, walaupun tidak sampai setengahnya dari uang sewa kontrakan itu. kami sangat bersyukur dan makin menambah semangat kami dalam tahajud. dan pada akhir mei kemaren saya coba mengajukan pinjaman ke kantor, karena nantinya pambayarannya tinggal potong gaji. tetapi kami tetap khawatir di tolak, karena belum lama teman kerja saya jg mengajukan dan ditolak.

Ya, saya menunggu-nunggu hingga 3, 4, 5 hari belum ada kabar, k ami makin khawatir, karena biasanya kalau pengajuannya diterima, 3 hari sudah cair, ini sampai lebih dari 7 hari belum ada kabar. Nah, karena hati ini tidak tenang, akhirnya saya tekadkan untuk bisa tahajud, dan dalam setiap sujud, saya berdoa agar Alloh memberikan jalan supaya kami bisa melunasi uang sewa kontrakan itu, terserah Alloh caranya, kalau pengajuan tidak di setujui semoga dengan cara lain yang saya pun belum terbayang saat itu.

Dan malam tadi, malam jumat, siangnya saya shaum sunah, tak lupa sedekah, malamnya saya yasinan, dan tahajud. Lalu saya berdoa, setelah itu tadi pagi tak lupa dhuha. Alloh..... Saya pasrah deh....mau apapun keputusannya, saat sholat jumat tadi, saya berdoa, mohon perlindungan dari berharap kpd makhluk dan selain Alloh. saya tumpahkan harapan hanya pada keputusan Alloh....kalau memang pengajuan di kantor ini ditolak, semoga Alloh memberikan jalan lain. itu memang sangat membuat hati ini lebih tenang.

Alhamdulillah...setelah sholat jumat tadi, pengajuan disetujui, dan dananya pun cair. mudah-mudahan segala kemudahan ini, bisa menambah keyakinan akan pertolongan Alloh, yang kalau kita mau renungkan....mengutip kata Ust. Yusuf...datengin dulu tuh Alloh,.... Semoga bermanfaat...Wallohualam.

 
     
  ALLAH MEMUDAHKAN SAYA SETELAH BERSEDEKAH RP.500,-
pengirim : Anonymous
 
     
 

Bismillahirrahmaanirrahim saya berangkat ke kantor dengan hanya berbekal uang dikantong Rp.16.500 (istri juga punya uang pas untuk pergi ngajar pulang balik ama makan siang) dan inipun hanya untuk ongkos berangkat. Rp.8.000 untuk ojek ke stasiun kereta,RP.8.000 untuk naik kereta. masih sisa Rp.500. di stasiun kereta ada ibu2 meminta2. dalam pikiran saya uang tinggal Rp.500 ongkos pulang saja masih bingung bagaimana caranya, dan makan siang nggak apa2lah dikorbankan. dengan menguatkan hati, bismillah mudah2an Allah memberikan jalan untuk pulang, uang Rp.500 saya berikan kepada ibu tadi. Alhamdulillah akhirnya saya sampe juga ke kantor yang kebetulan dekat dengan stasiun kereta. Sekitar jam 9 sehabis sholat dhuha, salah seorang direktur meminta saya untuk ikut rapat dengannya di asosiasi. Ya Allah episode apa lagi yang akan Engkau berikan kepada saya dalam hati saya berkata. dan yang pasti tidak bisa menolaknya. biasanya direktur saya setelah rapat langsung ketemu klien. saya nanti bali ke kantor naik apa, naik taksi nggak punya ongkos, mau minta ke direktur malu. Dengan mengucapkan Bismillah saya berdoa semoga Allah memudahkan saya kembali ke kantor. Siang itu rapat saya jalani dengan tenang. Tiba2 muncul Abdul yang merupakan staf salah satu divisi datang menggantikan bosnya (kepala divisi) yang juga diundang dalam rapat tersebut (kebetulan kadiv tsb menjabat di asosiasi). Dalam hati Alhamdulillah Allah menjawab doa saya. sehingga saya ada tumpangan untuk balik ke kantor. dan dl rapat tersebut kami diberikan nasi kotak yang kira2 harganya Rp.12.000. jadi saya bisa makan siang (walaupun tongpess Alhamdulillah) selesai rapat saya kembali ke kantor dan mengerjakan tugas2 lainnya. Masih kepikiran tuh, gimana caranya nanti pulang. Uang dah nggak megang, mau ngutang ke teman2 malu.

Ya Allah saya serahkan kepada Engkau yang Maha Mengatur kepulangan saya ke rumah demikian doa saya dalam hati. Tiba2 usai sholat Ashar di masjid, eh ditawari pulang bareng sama teman yang kebetulan lembur sampai jam 8 malam, dan dia sudah pesan mobil untuk nganter pulang yang kebetulan searah pulangnya dengan saya. Alhamdulillah Ya Allah Engkau Maha Mendengar doa hambaMu ini. Akhirnya saya bisa pulang walaupun agak malam. Sesampai di rumah, istri cerita kalo tadi siang baru dapet honor ngajar Rp.350 ribu. Alhamdulillahirabbil alamiin Ya Allah engkau langsung membalas sedekah hamba 700x sesuai janji Mu dengan menetes air mata saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT. suatu rizki yang tidak diduga2 karena kita bersedekah.

 
     
  MUJIZAT SEDEKAH
pengirim : Anonymous
 
     
 

Pada tahun 2003 berdasarkan posisi di kantor, saya termasuk 50 orang pertama yang direkrut menjadi anggota tim merger 5 bank yang direkapitalisasi. Selanjutnya karena posisi yang ditawarkan bank hasil merger tidak memuaskan saya memilih mengundurkan diri, dan dengan uang penghargaan bekerja sekian tahun di bank asal ditambah bantuan modal seorang kawan baik, saya mendirikan usaha. Awalnya usaha berlangsung baik dan dapat mencetak laba, jaringan pemasaran mencapai ke luar kota, namun karena harga minyak yang menjadi bahan dasar produk yang saya pasarkan naik hampir dua kali lipat, harga jadi mahal, penjualan menurun, dan untuk mempertahankan pelanggan serta berharap harga minyak turun, saya memotong margin laba. Malangnya harga minyak tidak turun juga, sedangkan biaya operasional dan harga kebutuhan meningkat, akhirnya di tahun 2005 usaha bangkrut, malah saya terlilit hutang.

Saya lalu bekerja sebagai marketing lepas di perusahaan keuangan, namun hasil yang didapat tidak pasti serta tidak dapat menutupi kebutuhan keluarga. Tidak punya uang sepeserpun, jual barang, dan putar otak cari hutangan jadi kebiasaan, sampai-sampai anak kedua lahir dibiayai orangtua. Untuk makan dan ongkos kerap minta kakak atau adik. Ekonomi rumahtangga morat-marit, sampai akhirnya saya relakan istri meninggalkan dua anak kami yang masih kecil untuk bekerja sebagai karyawan kontrak di sebuah bank asing, namun tetap saja kami kekurangan karena harus mencicil hutang terdahulu.

Kondisi saya dan istri yang lelah bekerja ditambah kurang ibadah menyebabkan kami sensitif, mudah dipanas-panasi setan terkutuk yang memang tak dapat dilihat. Hal kecil jadi penyebab pertengkaran besar hingga ujungnya istri saya minta cerai, tapi Alhamdulillah perceraian tak terjadi karena kami tersadar bahwa kami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap masa depan anak-anak kami, itu kami rasakan setelah kami ikuti terapi ruqyah syar’iyyah untuk mengusir setan dari diri dan rumah kami.

Selanjutnya kami tawadhu, kami kembalikan semua masalah kepada Allah SWT sambil meningkatkan ibadah dengan memperbanyak shalat serta dzikir kami. Memang, suasana di rumah sudah adem kembali, namun demikian ekonomi rumah tangga belum berubah, tetap kekurangan.

Kami jadi bingung, apa gerangan penyebabnya? Oktober 2006 saya bersama adik i’tikaf di Masjid Bank Indonesia Jakarta, tausiyah pertama dibawakan Ust. Yusuf Mansur yang baru kali itu saya dengar Teori Matematika Sedekahnya yaitu 10 – 1 = 19. Artinya; dari 10 (100%) harta atau uang yang kita miliki lalu kita sedekahkan 1 (10%) maka Allah akan mengganti sedekah kita itu sebanyak 10 kali lipat menjadi 10 (100%) lagi sesuai Q.S. Al An’am (6) : 160 yaitu “Barangsiapa melakukan amal perbuatan baik maka baginya (pahala/ganjaran) sepuluh kali lipat amalannya itu…” Amal perbuatan baik disini adalah ibadah selain shalat, dzikir, dan puasa, yang manfaat atas ibadah tersebut dapat dirasakan oleh orang lain, diantaranya sedekah.

Maka dengan keyakinan itu ditambah bahwa jika kita membela agama Allah maka Allah akan membela kita, saya hibahkan motor butut dan komputer yang tersisa di rumah kepada yang membutuhkannya. Hingga minggu ketiga Nopember 2006 saya masih belum melakukan penjualan, namun di minggu ke-empat saya mencetak laba Rp.17juta hanya dari satu transaksi.

Segala puji hanya untuk Allah Rabb semesta alam. Dari situ saya mendapatkan ilmu yang tak ternilai yaitu jika bulan depan saya menargetkan terima gaji dan komisi Rp.10juta bersih maka di bulan ini saya harus sedekah minimal Rp.1juta. Jika target Rp.20juta, maka harus sedekah minimal Rp.2juta, begitu selanjutnya. Hal itu saya lakukan terus dan Alhamdulillah hasilnya selalu tercapai, malah lebih. Karena dalam bersedekah insya Allah saya tak mengharap pujian ataupun balasan orang, niat saya hanya satu yaitu berdagang dengan penguasa seluruh galaksi. Adapun berusaha, bekerja, dan bersilaturahmi hanyalah jalan untuk mewujudkannya. Seringkali saya menemukan keanehan ketika menjalankan amalan ini, misalnya pagi menunaikan ibadah sedekah sekaligus zakat mal, maka siangnya atau paling lambat keesokan hari Allah sudah mengganti dengan laba penjualan yang besarnya sama dengan yang saya keluarkan. Betul-betul Allah Maha Sombong, Dia selalu membayar kontan dan tidak mau berhutang kepada saya sebagai makhluk-Nya. Selain itu saat ini saya bekerja sebagai tele-marketing produk pasar modal yang puluhan klien saya tersebar dari Sabang sampai Merauke, dan 95% dari mereka sama sekali belum pernah bertatap muka dengan saya, namun anehnya mereka percaya serta mau berhubungan dengan saya untuk bertransaksi miliaran rupiah. Betul-betul tidak masuk logika. Subhanallah, hanya Engkau-lah yang dapat menggerakan dan membolak-balik hati manusia.

Kepada saudaraku yang saat ini dilanda masalah keuangan (usaha bangkrut, dililit hutang-piutang, dsb.), hukum (pidana, perdata, dsb.), rumahtangga (perceraian, jodoh, anak, dsb.), penyakit yang tak kunjung sembuh, atau masalah duniawi lainnya, maka perbanyaklah sedekah. Jika tidak punya uang untuk sedekah : 1.Berhutanglah dulu karena yakinlah bahwa Allah akan menggantikannya, 2.Jual atau hibahkan barang berharga yang kita miliki kepada lembaga amil / panti / orang yang membutuhkannya. Dan agar rezeki yang kita terima nanti menjadi berkah, maka; mulailah bertaubat, jauhi syirik, maksiat, dan amalan-amalan yang tidak ada sunnah Rasulullah, perbanyak silaturahmi, shalat, dzikir, tadarus, dan biasakan berdoa meminta agar kita sekeluarga menjadi hamba Allah yang senang bersedekah, serta senantiasa dimudahkan dan beruntung dalam segala urusan dunia wal akhirat.

Tips bagi saudaraku yang bekerja dengan gaji tetap, lakukan pula seperti di atas karena yakinlah bahwa rezeki Allah datangnya dari mana saja, tidak hanya dari kantor kita.

Tips lainnya; 1.Sedekah harus dilakukan di depan dan jangan di belakang karena kalau di belakang siapapun bisa melakukannya, namun kalau di depan itu sama artinya mengundang kekuasaan Allah ikut andil sesuai ayat yang sering dikutip ustadz kesayangan saya yaitu Ust. H. Yusuf Mansur; Q.S. Ali Imran (2) : 27 “Dia-lah Allah yang memasukkan siang ke dalam malam dan memasukkan malam ke dalam siang. Dan yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Dan (Allah) yang mengeluarkan rezeki kepada yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.” 2.Biasakan sedekah tanpa nama atau menggunakan “Hamba Allah” sebagai tanda bahwa kita sedang berniaga dengan Allah Sang Pemilik Seluruh Galaksi. Kondisi negara kita saat ini yang banyak dilanda musibah niscaya bagi hamba-hamba Allah yang senang bersedekah tidak hanya dilihat sebagai suatu bencana ataupun ujian semata, melainkan akan dilihat sebagai tanda bahwa Allah sedang membuka ladang-ladang bagi hamba-Nya yang beriman untuk menyemai benih kebaikan. Dzikir, istigotsah, maupun doa masal sering dilakukan, namun bencana tetap tak berkesudahan. Ini jelas akan menghambat berbagai pertumbuhan negara kita. Olehkarena itu saya himbau kepada Bapak Presiden dan para Menteri, pimpinan partai, DPR, DPD maupun pejabat lembaga Pemerintah lainnya, Pak Din Syamsudin, Pak Hasyim Muzadi dan pimpinan ormas lainnya, para Kepala Daerah beserta jajaran dibawahnya, tak lupa kepada Ustadz kecintaan saya Ustadz Yusuf Mansur, mari kita canangkan GERAKAN SEDEKAH NASIONAL. Mudah-mudahan ini akan menjadi jalan keluar penderitaan bangsa kita. Amiin Yaa Allah.

 
     
  BEROBATLAH DENGAN SEDEKAH
pengirim : Johan
 
     
 

Istri saya haidnya tdk normal, yaitu terus menerus keluar darah walau sedikit selama 3 bulan berturut-turut setiap hari, sy bawa ke dokter, diperiksa dan diberi resep, kami beli obat dan istri saya meminumnya sesuai anjuran, setelah obat habis darah haid masih tetep keluar terus menerus, kami datang lagi kedokter istri saya diperiksa dan di beri resep, kami beli obat lagi, tapi hasilnya masih nihil tdk ada perubahan,kami datang lagi kedokter disarankan istri saya agar di kiret, kami nurut, istri saya menjalani kiret, setelah kiret dilaksanakan jarak 2minggu istri saya masih tetap haid yg tak berhenti atau terus menerus, artinya usaha saya sia2.akhirnya saya bersedekah dimana tempat, subhanalloh cuma butuh waktu 2 minggu saya bersedekah, istri saya haidnya banyak banget, tetapi setelah satu minggu langsung berhenti, dan subhanalloh haid istri saya kembali normal seperti layaknya wanita yg lain sampai sekarang ,padahal kejadiannya bulan agustus 2006.hampir setahun. bagaimanapun juga hanya Alloh lah yang bisa mencabut semua penyakit di badan kita, bukan dokter ataupun obat-obatan.maka dari itu mari kita "sogok" Alloh dengan sedekah, jangan "sogok" pejabat aja!

 
     
  SEDEKAH YANG INDAH
pengirim : Anonymous
 
     
 

Saya merasakan bagaimana ketika kehidupan ini dengan menerapkan dasar-dasar syariah dengan baik dan ikhlas bahwa segala sesuatu karena niat untuk beribadah Allah akan memberikan kebahagian yang tak teduga kepada kita. Saya merasakan bagaimana Allah SWT membalas sedekah yang kita berikan dengan ikhlas, Allah akan memberikan balasan dengan cepat sekali. setiap bersedekah yang kita berikan Allah selalu membalas kapan saja. sedekah merupakan bagian dalam kehidupan bersyariah yang sangat indah yang merupakan rutinitas yang selalu ana laksanakan. karena dengan bersedekah kita bisa memberikan kebahagian kepada seseorang walaupun itu hanya sementara. Membuat orang lain bahagia itulah makna hidup yang harus kita lakukan. yakinlah apabila kita dapat membahagiakan orang lain melalui sedekah, kita akan merasakan akan keindahan hidup bersedekah.

 
     
  SEDEKAH MEMUNDURKAN KERETA
pengirim : mybothsides
 
     
 

Minggu 27 Mei 2007, kereta api Lodaya yang saya naiki dari Bandung ke Jogja berhenti di Warung Bandrek (bukan warung, tapi semacam stasiun kecil). Entah kenapa iseng saya kumat, saya ingin sedekah pada orang yang saya temui yang saya anggap pantes menerima. Di saku saya ada uang 40 ribu, saya niatkan 20 ribu untuk sedekah.

Kebetulan keretanya agak lama, jadi saya sempat turun mencari-cari dan tidak ketemu. Hanya ada para penumpang dan petugas PJKA. Tiba-tiba dari jarak sekitar 200 meter, ada seorang bapak membawa sabit dan karung untuk mencari rumput berjalan tapi arahnya menjauhi saya. Saya pikir: Nah, ini dia!

Agar saya bisa menyampaikan sedekah dengan cara wajar (agak aneh rasanya kalo saya lari mengejar dia trus memberikan sedekah) di dalam batin saya memanggilnya: ayo Pak balik, balik, balik.. tapi dia terus saja berjalan semakin jauh. Batin sayapun iseng lagi: kalo Bapak gak balik, maka kereta ini yang akan mundur.

Sebentar kemudian penumpang diminta naik. Dan Subhanallah.. keretanya mundur searah perginya Bapak tadi. Ternyata kereta yang berhenti di persimpangan rel ini berpapasan dengan kereta lain yang perlu ditarik keluar jalurnya dengan cara mundur dulu.


 
     
  SEDEKAH MENYELAMATKANKU
pengirim : Anonymous
 
     
 

Sepulang dari pasar membeli beberapa keperluan, di tempat "mangkal" angkot saya tertegun melihat pengemis tua yang memang selalu nampak bila saya pulang dari pasar. Dengan terburu-buru kuambil uang dari kocek dan kuberikan pada bapak tua itu, motorku pun melaju.

Ditengah jalan setelah lampu merah, aku tancap gas karena lampu telah hijau. Tiba-tiba saja menyeberanglah "mas-mas" tanpa tengok kiri-kanan. Sontak dia tertabrak motorku. Penumpang di angkot kedengeran menjerit kaget. Astaghfirullah! Bang!!..bang!!...aku ngerem sejadi-jadinya. Si Mas yang tertabrak tadi menoleh dan ditabrak lagi oleh bapak-bapak dari sebelah kiriku dan kena ekor motornya. Masya Allah, Sungguh diluar dugaan orang tersebut tidak jatuh ataupun luka-luka tapi hanya noleh ke saya yang seperti terpaku karena kaget. Maklum ga pernah nabrak orang seumur-umur.
Lemes, udah pasti. Sampai di rumah, setelah minum air putih yang banyak, baru bisa cerita ke suami.

Kejadian hari itu saya coba renungkan, kok saya sampe nabrak orang tapi kok juga gak kenapa-kenapa orangnya. Pikir punya pikir ternyata, Ya Allah...saya inget, kemaren saya sempet sodaqoh ama bapak pengemis tua di pasar.

Hati saya senang, sedih sama malu ke Allah, kenapa? Seneng karena saya dan orang yang saya tabrak dikasih selamet, sedih dan malu karena saya cuma sodaqoh 2 lembar ribuan perak aja... Dua ribu perak, Masya Allah! karena memang itu yang terambil dari tas saya sepulang dari pasar. Terburu-buru karena harus jemput anak pulang sekolah.

Namun Allah memang ga pernah ingkar janji, imbalan yang saya rasa bukan 10 kali lipat aja, bahkan berlipat-lipat. Dikasih selamet sama uang diesok paginya 200 ribu! sama suami.
Bener-bener kejadian itu luar biasa buat saya. Allah nunjukkin betapa Dia memang Rahman dan Rahim terhadap hambanya dan tak pernah ingkar janji. Subhanallah....

 
     
  JILBAB, PELINDUNG LAHIR DAN BATHIN
pengirim : Rifitzf
 
     
 

Sekilas mungkin orang-orang melihat saya adalah seorang yang sangat mendalami tentang agama,apalagi dengan jilbab besar yang saya pakai.Sebenarnya saya adalah seorang insan yang baru saja terbangun dari mimpi panjang yang lama kelamaan akan menyesatkan saya.Dari kecil saya mendapat ilmu agama yang pas-pasan bahkan bisa dibilang kurang,baik dari orangtua maupun lingkungan saya.Tapi dalam keadaan begini Alhamdulillah,Allah membuka pintu hati saya untuk melangkah sedikit lebih jauh tentang agama.apalagi setelah jauh dari orangtua,saya merasakan hanya Allah satu-satunya teman dalam hidup saya,dan sejak saat itu saya mulai berpikir bagaimana untuk mendekatkan diri kepada Allah.Saya mulai berkeinginan untuk mendapatkan surganya Allah.Semakin bertambah umur dan semakin jauh dari orangtua saya berusaha untuk terus menggali ilmu agama.Sejak saat itulah saya mulai memakai jilbab besar,dan apa yang saya rasakan? ternyata jilbab adalah penenang utama dalam hidup saya.Penenang lahir dan bathin.

 
     
  SEDEKAH MEMBAWA BERKAH
pengirim : Tazbowoi
 
     
 

kejadian ini saya alami baru-baru ini, dimana pada pertengahan bulan mei 2007 saya benar- benar stress berat dan hampir putusasa karena target yg diberikan oleh bos belum terlihat akan tercapai dan itu membuat saya menjadi orang yang mudah emosinya meledak-ledak, baik pada anak buah ataupun kpd istri sendiri. Telah banyak cara yang saya lakukan dan sholatpun lebih saya tingkatkan. Tapi saya merasa itu tidak membawa perubahan yg berarti bagi pekerjaan saya, dimana omset tiap harinya terus turun dan turun. Tapi disaat saya dititk bawah yg membuat saya lebih stress, tiba-tiba saya seperti di SENTIL oleh Alloh SWT untuk bersedekah dan melaksanakan sholat Dhuha yang dulu pernah saya jalani tapi sekarang sudah jarang saya jalankan. Akhirnya dengan kebulatan tekad dan niat yang tulus serta mengharapkan Ridho Alloh SWT, mulai hari tiu juga saya menjalani semua itu dan Subahanalloh dalam waktu hanya lebih kurang 2 minggu, target yang diberikan oleh bos dapat saya capai malah melebihi dari target. Alhamdullillah sekarang saya masih bekerja ditempat ini.