| Ayat |
Penjelasan atas Terjemahannya |
| 1. |
Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti
(keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya
Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
|
| 2. |
dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya
Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
|
| 3. |
dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai
Pemelihara.
|
| 4. |
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati
dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu
zhihar [1199] itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak
angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu
hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang
sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
[1199] Zhihar ialah perkataan seorang suami kepada istrinya:
"punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku" atau perkataan
lain yang sama maksudnya. Adalah menjadi adat kebiasaan bagi orang
Arab Jahiliyah bahwa bila dia berkata demikian kepada istrinya maka
istrinya itu haramnya baginya untuk selama-lamanya. Tetapi setelah
Islam datang, maka yang haram untuk selama-lamanya itu dihapuskan
dan istri-istri itu kembali halal baginya dengan membayar kaffarat
(denda).
|
| 5. |
Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama
bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan
jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah
mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu [1200].
Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya,
tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[1200] Maula-maula ialah seorang hamba sahaya yang sudah
dimerdekakan atau seorang yant telah dijadikan anak angkat, seperti
Salim anak angkat Huzaifah, dipanggil maula Huzaifah.
|
| 6. |
Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari
diri mereka sendiri [1201] dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu
mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama
lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada
orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu
berbuat baik [1202] kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang
demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).
[1201] Maksudnya: orang-orang mukmin itu mencintai nabi mereka
lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan.
[1202] Yang dimaksud dengan berbuat baik disini ialah berwasiat
yang tidak lebih dari sepertiga harta.
|
| 7. |
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi
dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra
Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh [1203].
[1203] "Perjanjian yang teguh" ialah kesanggupan menyampaikan agama
kepada umatnya masing-masing.
|
| 8. |
agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang
kebenaran mereka [1204] dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir
siksa yang pedih.
[1204] Pada hari kiamat Allah akan menanyakan kepada rasul-rasul
sampai di mana usaha mereka menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada
umatnya dan sampai di mana umatnya melaksanakan ajaran Allah itu.
|
| 9. |
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni'mat Allah (yang
telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara,
lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak
dapat kamu melihatnya [1205]. Dan adalah Allah Maha Melihat akan
apa yang kamu kerjakan.
[1205] Ayat ini menerangkan kisah AHZAB yaitu golongan-golongan
yang dihancurkan pada peperangan Khandaq karena menentang Allah
dan Rasul-Nya. Yang dimaksud dengan tentara yang tidak dapat kamu
lihat adalah para malaikat yang sengaja didatangkan Tuhan untuk
menghancurkan musuh-musuh Allah itu.
|
| 10. |
(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari
bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu
naik menyesak sampai ke tenggorokan [1206] dan kamu menyangka
terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.
[1206] Maksudnya ialah menggambarkan bagaimana hebatnya perasaan
takut dan perasaan gentar pada waktu itu.
|
| 11. |
Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya)
dengan goncangan yang sangat.
|
| 12. |
Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang
berpenyakit dalam hatinya berkata :"Allah dan Rasul-Nya tidak
menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya".
|
| 13. |
Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: "Hai
penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka
kembalilah kamu". Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi
(untuk kembali pulang) dengan berkata : "Sesungguhnya rumah-rumah
kami terbuka (tidak ada penjaga)". Dan rumah-rumah itu sekali-kali
tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.
|
| 14. |
Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta
kepada mereka supaya murtad [1207], niscaya mereka mengerjakannya;
dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam
waktu yang singkat.
[1207] Yang dimaksud dengan berbuat fitnah ialah: murtad, atau
memerangi orang Islam.
|
| 15. |
Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada
Allah: "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan
adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.
|
| 16. |
Katakanlah: "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika
kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu
terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan
kecuali sebentar saja".
|
| 17. |
Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir)
Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat
untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi
mereka pelindung dan penolong selain Allah.
|
| 18. |
Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-
halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-
saudaranya: "Marilah kepada kami". Dan mereka tidak mendatangi
peperangan melainkan sebentar.
|
| 19. |
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya),
kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-
balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila
ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang
tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu
tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah.
|
| 20. |
Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu
belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang
kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama
orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu.
Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan
berperang, melainkan sebentar saja.
|
| 21. |
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah
dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
|
| 22. |
Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan-golongan yang
bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan
Rasul-Nya [1208] kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.
Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman
dan ketundukan.
[1208] Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya itu ialah kemenangan
sesudah mengalami kesukaran.
|
| 23. |
Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati
apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka
ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-
nunggu [1209] dan mereka tidak merobah (janjinya),
[1209] Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.
|
| 24. |
supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar
itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika
dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
| 25. |
Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan
mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan
apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mu'min dari peperangan
[1210]. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
[1210] Maksudnya orang mu'min tidak perlu berperang, karena Allah
telah menghalau mereka dengan mengirimkan angin dan malaikat.
|
| 26. |
Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang
membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng
mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka.
Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu
tawan[1211].
[1211] Sesudah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir,
maka Allah memerintahkan Nabi untuk menghancurkan Bani Quraizhah
(Ahli Kitab) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka.
Kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan
dan anak-anak ditawan.
|
| 27. |
Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan
harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak
[1212]. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
[1212] "Tanah yang belum diinjak" ialah: tanah-tanah yang akan
dimasuki tentara Islam.
|
| 28. |
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu
sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah
supaya kuberikan kepadamu mut'ah [1213] dan aku ceraikan kamu
dengan cara yang baik.
[1213] "Mut'ah" yaitu: suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan
yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami.
|
| 29. |
Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan
Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka
sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik
diantaramu pahala yang besar.
|
| 30. |
Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang
mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat
gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang
demikian itu mudah bagi Allah.
|
| 31. |
Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri nabi)
tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang
saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat
dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia.
|
| 32. |
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita
yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk [1214]
dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam
hatinya [1215] dan ucapkanlah perkataan yang baik,
[1214] Yang dimaksud dengan "tunduk" di sini ialah berbicara dengan sikap
yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik
terhadap mereka.
[1215] Yang dimaksud dengan "dalam hati mereka ada penyakit" ialah: orang
yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan
zina.
|
| 33. |
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu [1216] dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang
dahulu [1217] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah
Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak
menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait [1218] dan
membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
[1216] Maksudnya: Isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke
luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara'. Perintah ini
juga meliputi segenap mu'minat.
[1217] Yang dimaksud "Jahiliyah yang dahulu" ialah Jahiliah
kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Dan yang
dimaksud "Jahiliyah sekarang" ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi
sesudah datangnya Islam.
[1218] "Ahlul bait" di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah
s.a.w.
|
| 34. |
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah
dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut
lagi Maha Mengetahui.
|
| 35. |
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan
perempuan yang mu'min [1219], laki-laki dan perempuan yang tetap
dalam keta'atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan
perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki
dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan
untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
[1219] Yang dimaksud dengan "muslim" di sini ialah orang-orang
yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang
dimaksud dengan orang-orang mu'min di sini ialah orang yang
membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.
|
| 36. |
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula)
bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah
menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang
lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan
Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
|
| 37. |
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah
telah melimpahkan ni'mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi
ni'mat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada
Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah
akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah
yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah
mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami
kawinkan kamu dengan dia [1220] supaya tidak ada keberatan bagi
orang mu'min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat
mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan
keperluannya daripada isterinya [1221]. Dan adalah ketetapan Allah
itu pasti terjadi.
[1220] Maksudnya: setelah habis idahnya.
[1221] Yang dimaksud dengan "orang yang Allah telah melimpahkan
ni'mat kepadanya" ialah Zaid bin Haritsah. Allah telah melimpahkan
ni'mat kepadanya dengan memberi taufik masuk Islam. Nabi
Muhammadpun telah memberi ni'mat kepadanya dengan memerdekakan
kaumnya dan mengangkatnya menjadi anak. Ayat ini memberikan
pengertian bahwa orang boleh mengawini bekas isteri anak angkatnya.
|
| 38. |
Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah
ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian)
sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu [1222].
Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,
[1222] Yang dimaksud dengan "Sunnah Allah" di sini ialah
mengerjakan sesuatu yang dibolehkan Allah tanpa ragu-ragu.
|
| 39. |
(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah
[1223], mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut
kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai
Pembuat Perhitungan.
[1223] Maksudnya: para rasul yang menyampaikan syari'at-syari'at
Allah kepada manusia.
|
| 40. |
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki
di antara kamu [1224], tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup
nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
[1224] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah
seorang sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh
Rasulullah s.a.w.
|
| 41. |
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut
nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
|
| 42. |
Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.
|
| 43. |
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan
ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan
kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada
orang-orang yang beriman.
|
| 44. |
Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada
hari mereka menemui-Nya ialah: Salam [1225]; dan Dia menyediakan
pahala yang mulia bagi mereka.
[1225] Lihat note 673
|
| 45. |
Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan
pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan,
|
| 46. |
dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan
untuk jadi cahaya yang menerangi.
|
| 47. |
Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu'min bahwa
sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
|
| 48. |
Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-
orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan
bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.
|
| 49. |
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-
perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu
mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah
bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka
mut'ah [1226] dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-
baiknya.
[1226] Yang dimaksud dengan "mut'ah" di sini "pemberian" untuk
menyenangkan hati isteri yang diceraikan sebelum dicampuri.
|
| 50. |
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-
isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya
yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam
peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula)
anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak
perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari
saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara
perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mu'min
yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya,
sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu'min. Sesungguhnya
Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang
isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya
tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
|
| 51. |
Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di
antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa
yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk
menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka
tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk
ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya
rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah
mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Penyantun [1227].
[1227] Menurut riwayat, pada suatu ketika isteri-isteri Nabi
Muhammad s.a.w. ada yang cemburu, dan ada yang meminta tambahan
belanja. Maka Nabi Muhammad s.a.w. memutuskan perhubungan dengan
mereka sampai sebulan lamanya. Oleh karena takut diceraikan Nabi,
maka mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaannya atas apa saja
yang akan diperbuat nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini
memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli siapa yang
dikehendakinya dan isteri-isterinya atau tidak menggaulinya; dan
juga memberi izin kepada Nabi untuk ruju' kepada isteri-isterinya
seandainya ada isterinya yang sudah diceraikannya.
|
| 52. |
Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu
dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang
lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-
perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha
Mengawasi segala sesuatu [1228].
[1228] Nabi tidak dibolehkan kawin sesudah mempunyai isteri-isteri
sebanyak yang telah ada itu dan tidak pula dibolehkan mengganti
isteri-isterinya yang telah ada itu dengan menikahi perempuan lain.
|
| 53. |
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-
rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak
menunggu-nunggu waktu masak (makanannya) [1229], tetapi jika kamu
diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu
tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian
itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh
kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar.
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-
isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian
itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu
menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-
isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan
itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
[1229] Maksudnya, pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-
orang yang menunggu-nunggu waktu makan Rasulullah s.a.w. lalu turun
ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk makan sambil
menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.
|
| 54. |
Jika kamu melahirkan sesuatu atau menyembunyikannya, maka
sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.
|
| 55. |
Tidak ada dosa atas isteri-isteri Nabi (untuk berjumpa tanpa
tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka,
saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki
mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan yang
beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu
(hai isteri-isteri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Menyaksikan segala sesuatu.
|
| 56. |
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk
Nabi [1230]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu
untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya [1231].
[1230] "Bershalawat" artinya: kalau dari Allah berarti memberi
rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari
orang-orang mu'min berarti berdo'a supaya diberi rahmat seperti
dengan perkataan:"Allahuma shalli ala Muhammad".
[1231] Dengan mengucapkan perkataan seperti:"Assalamu'alaika
ayyuhan Nabi" artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu hai
Nabi.
|
| 57. |
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya
[1232]. Allah akan mela'natinya di dunia dan di akhirat, dan
menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
[1232] "Menyakiti Allah dan rasul-rasulNya", yaitu melakukan perbuatan-
perbuatan yang tidak di ridhai Allah dan tidak dibenarkan rasul-
Nya; seperti kufur, mendustakan kenabian dan sebagainya.
|
| 58. |
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu'min dan
mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya
mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
|
| 59. |
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya [1233] ke seluruh tubuh mereka". Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu
mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
[1233] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup
kepala, muka dan dada.
|
| 60. |
Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-
orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan
kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami
perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak
menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang
sebentar,
|
| 61. |
dalam keadaan terla'nat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka
ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.
|
| 62. |
Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah
terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati
perubahan pada sunnah Allah.
HANYA ALLAH-LAH YANG MENGETAHUI KAPAN TERJADINYA HARI BERBANGKIT.
|
| 63. |
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi
Allah". Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit
itu sudah dekat waktunya.
|
| 64. |
Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan
bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),
|
| 65. |
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak
memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.
|
| 66. |
Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka,
mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta'at kepada
Allah dan ta'at (pula) kepada Rasul".
|
| 67. |
Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah
menta'ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka
menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
|
| 68. |
Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan
kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".
|
| 69. |
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti
orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari
tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang
mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
|
| 70. |
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan
katakanlah perkataan yang benar,
|
| 71. |
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni
bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya,
maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
|
| 72. |
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat [1234] kepada
langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul
amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah
amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan
amat bodoh,
[1234] Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas
keagamaan.
|
| 73. |
sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan
perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan
sehingga Allah menerima taubat orang-orang mu'min laki-laki dan
perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|